Cari Blog Ini

Most Recent

recentposts

Action Movies

Labels

Translate

Like Us on Facebook

Animation Movies

Comedy Movies

Popular Posts

Sejarah penyebaran Gypsy didunia

Hubungkan Ponsel Android Anda ke TV

Featured Movies

Advertisement

ad300

Animation Movies

Action Movies

Pembagian Zaman dan Hasil Kebudayaan


Zaman Batu dapat diperiodisasi menjadi empat zaman, yaitu: Zaman Batu Tua (Palaeolitikum) Zaman Batu Tengah (Mesolitikum) Zaman Batu Muda (Neolitikum) Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Pembagian zaman praaksara, berdasarkan sudut pandang arkeologi, dapat dibagi menjadi zaman Batu dan zaman Logam. Tahukah kamu bagaimana kebudayaan zaman praaksara zaman Batu? Mengutip Kemdikbud RI,

 

 Zaman Batu dapat diperiodisasi menjadi empat zaman, yaitu: 

  1. Zaman Batu Tua (Palaeolitikum) 
  2. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)
  3. Zaman Batu Muda (Neolitikum)
  4. Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Zaman Batu Tua (Palaeolitikum) 
Zaman kebudayaan Batu Tua dinamakan dengan istilah paleolitikum. Disebut Zaman Batu Tua karena alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa mengumpulkan makanan (food gathering). Manusia di zaman Batu Tua masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam. Ada dua kebudayaan yang menjadi patokan zaman Batu Tua, yaitu:
  1. Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
  2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakensis dan Homo Soloensis)  
  • Alat-alat yang dihasilkan antara lain kapak genggam atau kapak perimbas (golongan chopper atau pemotong), alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan flakes dari batu chalcedon (untuk mengupas makanan).
Zaman Batu Tengah (Mesolitikum) 
Ciri-ciri zaman Batu Tengah (Mesolitikum) adalah: Nomaden dan mengumpulkan makanan (food gathering). Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman Palaeolitikum yaitu alat-alat batu kasar. Ditemukan bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjokken. Alat-alat berupa kapak genggam (pebble), kapan pendek (hache courte), pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah. Alat-alat tersebut banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores.
Alat-alat kebudayaan Mesolitikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain flakes (alat serpih), ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
Tiga bagian penting kebudayaan Mesolitikum adalah: 
  1. Pebble Culture: alat kebudayaan kapak genggam dari Kjokkenmoddinge.
  2. Bone Culture: alat kebudayaan dari tulang.
  3. Flakes Culture: kebudayaan alat serpih dari Abris Sous Roche.
 Manusia pendukung kebudayaan Mesolitikum adalah bangsa Papua Melanosoid.

Zaman Batu Muda (Neolitikum) 
Ciri utama zaman Batu Muda (Neolitikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
  1.  Kapak persegi misalnya beliung, pacul dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
  2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa.
  3.  Pakaian dari kulit kayu.
  4. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Melolo Sumba timur
Manusia pendukung kebudayaan zaman Neolitikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer Indocina).

Zaman Batu Besar (Megalitikum) 
Hasil kebudayaan Megalitikum antara lain:
Tugu batu atau tiang batu terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan di tempat tertentu. Berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang dan tanda peringatan orang yang telah meninggal. Ditemukan di Sumatera, Sulawesi Tengah dan Kalimantan.
Dolmen 
Meja batu tempat untuk meletakkan sesaji yang akan dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya terdapat kubur batu. Ditemukan di Sumatera Barat dan Sumbawa.
Sarkofagus
 Peti jenazah yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal). Sarkofagus yang ditemukan di Bali sampai sekarang tetap dianggap keramat dan memiliki kekuatan magis oleh masyarakat setempat.
Kubur batu
Peti jenazah yang terdiri dari lempengan batu pipih. Ditemukan di daerah Kuningan, Jawa Barat. 
 Bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang yang dibuat dengan bentuk bertingkat-tingkat. Ditemukan di daerah Lebak, Cibedug, Banten.
Kubur batu yang berbentuk kubus dan terbuat dari batu utuh. Ditemukan di Sulawesi Tengah dan Utara.
Patung yang menggambarkan manusia atau binatang. Binatang yang dibuat arca antara lain kerbau, gajah, dan kera. Ditemukan di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Mengupload: 1091942 dari 1091942 byte diupload.



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Zaman Batu: Pembagian Zaman dan Hasil Kebudayaan", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/15/173000469/zaman-batu-pembagian-zaman-dan-hasil-kebudayaan?page=all.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri

atu-pembagian-zaman-dan-hasil-kebudayaan?page=all.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Zaman Batu: Pembagian Zaman dan Hasil Kebudayaan", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/15/173000469/zaman-batu-pembagian-zaman-dan-hasil-kebudayaan?page=all.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri


0 Komentar

Contact Us


Ombus office
Open: from 7 am to 5 pm